| salah satu fakultas di UNAYA |
Menurut kamus yang gw ambil dari salah satu kampus di daerah rawa bagian baratdaya tepatnya di UNAYA (universitas negeri buaya), gw mendapat pengetahuan bahwasanya arti BUAYA itu sendiri adalah BINATANG BERDARAH DINGIN YANG MERANGKAK, sebagai hewan yang hidup di air, sudah barang pasti darahnya berdarah dingin, klo gak percaya coba aja berendem sehari aja di kolam renang, trus ambil thermometer buat ngukur suhu tubuhmu pasti tu thermometer berubah jadi es. (jiahahaha lebay mode on) (sebenarnya gw Cuma becanda yang bagian ini xixixi).
DEFINI BUAYA DARAT
(APA SIH BUAYA DARAT ITU???)
kemudian kenapa dia dinamakan binatang yang merangkak??? Klo menurut gw, sebenernya tu buaya juga uda bosen merangkak, masak dari nenek moyang sampe jaman canggih seperti sekarang buaya belum berevolusi padahal gw yakin banget klo tu buaya sangat tersiksa, coba aja liahat buaya klo lagi jalan, perutnya diseret trus cuy… tiap kali jalan pasti tu perut ada yang lecet, apalagi ditambah tubuhnya yang besar! Pasti tambah sakit…. (duh…. Kasian…), tapi untungnya kulit buaya dirancang sedemikian rupa oleh Tuhan yang maha esa, buaya memiliki tekstur tubuh yang keras sehingga se-lecet-apapun tu kulit akibat bergesekan dengan tanah, aspal, paving, paku, ranjau, dan saudara-saudaranya, maka buaya itu tidak merasakan sakit.
| dewan syuro |
Gw pernah merekomendasikan kepada dewan syuro republic buaya bahwasanya bagaimana kalau kaki depan buaya tu dievolusi menjadi tangan saja, dengan keuntungan :
- Perut kagak bergesekan dengan benda-benda tajam seperti duri, jarum, pisau, kapak, gergaji, golok dan samurai.
- Ketika akan masuk kedalam air, buaya tidak lagi dengan gaya yang monoton yaitu dengan merangkak langsung kedalam air, tapi ada gaya baru, yaitu dengan lewat loncat indah dulu, dengan salto dan dengan gaya yang lainnya.
- Mengikuti jejak manusia yang menurut teori evolusi berasal dari kera, sehingga nama KERA tertulis di buku-buku ilmiah, dan juga jerapah yang konon katanya berleher pendek karena berevolusi sehingga lehernya menjadi panjang. jika buaya berevolusi dengan merubah kaki depan menjadi tangan mungkin nama BUAYA bisa booming di kalangan scientific sehingga diteliti dan dimasukkan kedalam buku ilmiah terbitan terbaru.
- Makan tidak belepotan. Coba aja klo buaya punya tangan, pasti klo makan mangsanya pake tangan dulu, enggak langsung asal nyaplok aja.
- Ada kanguru yang berasal dari negeri buaya
Tapi apa daya, suara buaya sepertiku hanya di anggap angin lalu aja buat beliau, tapi ga papa lah yang penting uda berusaha sekarang tinggal berdo’a. jiahahaha.
Sedangakan arti dari DARAT sendiri adalah BAGIAN PERMUKAAN BUMI YANG PADAT DAN TIDAK DIGENANGI OLEH AIR. Darat merupakan bagian permukaan bumi yang padat sehingga tidak mudah bagi hewan atau reptile yang berjalan merangkak untuk hidup di daerah seperti ini karena membahayakan perut mereka karena dataran yang padat, coba kalau datarannya lunak pasti perut mereka akan merasakan sensasi empuk dan nyaman (teori bantal guling).
Karena daerah ini tidak digenangi oleh air, sehingga menyebabkan buaya menjadi garang. Hal ini dapat di telusuri dengan observasi lapangan, kita lihat habitat buaya, mereka tidak bisa hidup tanpa air, mereka hidup di laut, sungai dan rawa-rawa yang kaya akan air, sehingga apabila ada buaya yang hidup di darat (tidak digenangi air) maka tingkat agresivitasnya meningkat dan menjadikannya sebagai hewan yang garang.
Buaya yang hidup di darat atau tempat yang tidak digenangi air, dia akan melakukan segala cara untuk mempertahankan hidupnya dengan mencari daerah yang ber-air. Karena sifatnya yang garang dan cenderung anarkis, dia tak segan-segan mencopet, merampok dan merampas. (walaupun buaya tidak pelari yang handal dan tidak pandai bersembnyi pula).
| buaya darat yang lagi galau |
BUAYA DARAT, manusia memang makhluk yang egois, mereka tak menghiraukan perasaan kami, kenapa kami yang menjadi kambing hitam atas keburukan mereka, manusia yang melakukan keburukan itu tapi kenapa nama kami yang di bawa-bawa oleh orang dali kalangan mereka sendiri, serasa ingin mengucurkan air mata gw kalo bahas hal ini. Mereka tega terhadap kami, kami sering di buru, di kuliti, di siksa, di ganggu, dijadikan bahan percobaan. Apakah mereka tidak memikirkan perasaan kami… (hua… hua… hua… :’(. )
Mereka memang lebih pintar dari kami, mereka menipu kami, awalnya kami di kasih makanan, di ajak masuk tv tp pada waktu makan, kenapa mereka musti mengikat moncong gw, padahal rasanya sakit tau… serasa bibir ini di teken sampe monyong, padahal udah monyong, masih aja di teken. Apa mereka kurang kerjaan kali yak! Malem-malem pergi ke markas kami, hanya untuk mempermainkan kami doank! Hmmm… tp g papa, toh kami juga terkenal, bisa masuk tipi sehingga nama kami bisa naik rating sekelas jupe-depe dan su ju dan yang pasti jerapah dan kera yang dulu belum berevolusi yang tidak pernah masuk tipi.
Namanya aja buaya darat, buaya kan berdarah dingin dan dia juga hidup di darat sudah barang tentu kegarangan, kesaktian, keanarkisannya tidak diragukan lagi. Apa yang terjadi apabila buaya yang habitatnya di lingkungan air hidup di lingkungan darat? Pasti dia akan galau dan melakukan hal-hal yang melampaui adat. Tak segan-segan mereka MERAMPOK, MENCURI MEMPERKOSA orang lain.
Konon katanya buaya yang rata-rata di darat adalah cowo, karena mereka menyukai tantangan dan tak mau pasif di habitanya. Mereka suka mencari pengalaman sehingga mereka merantau ke darat, memang niatnya bagus. Tapi buaya juga hewan, dia memiliki nafsu yang tinggi.
| contoh buaya penggemar perempuan |
Cewe rata-rata mempunyai sifat manja dan tidak mempunyai kekuatan layaknya cowo, begitu pula buaya cewe, mereka tidak mau keluar dari habitatnya karena mereka tahu bahwa jika mereka keluar dari habitatnya akan mengalami kesusahan yang teramat sangat, seperti kagak bisa mandi, kagak bisa minum, kulit menjadi kering, rambut bercabang, panas, kagak bisa nge-blow rambut dll. Otomatis buaya cowo yang migrasi ke daerah darat tidak membawa istri ato pasangan mereka. Dengan naluri kehewanan yang besar, dia pasti tidak betah menahan kesendiriannya, mereka akan galau dan menjadi lebih ganas tak terbendung, maka mereka memilih menjadi PENGGEMAR PEREMPUAN. Itulah alasan kenapa buaya yang migrasi ke darat ato lebih dikenal buaya darat sering mencari pasangan di darat bahkan dia sering gonta ganti pasangan di darat karena belum menemukan pasangan layaknya pasangannya yang berada di air.
Tapi tidak semua buaya darat tu cowo, ada juga buaya darat yang cewe, untuk alasan kenapa mereka bergonta ganti pasangan saya rasa juga sama.
(itulah tadi curhatan, pendapat, argument dan uneg-uneg buaya kurus).



