Sabtu, 12 Mei 2012

DEFINISI BUAYA DARAT

salah satu fakultas di UNAYA

                Menurut kamus yang gw ambil dari salah satu kampus di daerah rawa bagian baratdaya tepatnya di UNAYA (universitas negeri buaya), gw mendapat pengetahuan bahwasanya arti BUAYA itu sendiri adalah BINATANG BERDARAH DINGIN YANG MERANGKAK, sebagai hewan yang hidup di air, sudah barang pasti darahnya berdarah dingin, klo gak percaya coba aja berendem sehari aja di kolam renang, trus ambil thermometer buat ngukur suhu tubuhmu pasti tu thermometer berubah jadi es. (jiahahaha lebay mode on) (sebenarnya gw Cuma becanda yang bagian ini xixixi).

DEFINI BUAYA DARAT
(APA SIH BUAYA DARAT ITU???)

 kemudian kenapa dia dinamakan binatang yang merangkak???  Klo menurut gw, sebenernya tu buaya juga uda bosen merangkak, masak dari nenek moyang sampe jaman canggih seperti sekarang buaya belum berevolusi padahal gw yakin banget klo tu buaya sangat tersiksa, coba aja liahat buaya klo lagi jalan, perutnya diseret trus cuy… tiap kali jalan pasti tu perut ada yang lecet, apalagi ditambah tubuhnya yang besar! Pasti tambah sakit…. (duh…. Kasian…), tapi untungnya kulit buaya dirancang sedemikian rupa oleh Tuhan yang maha esa, buaya memiliki tekstur tubuh yang keras sehingga se-lecet-apapun tu kulit akibat bergesekan dengan tanah, aspal, paving, paku, ranjau, dan saudara-saudaranya, maka buaya itu tidak merasakan sakit.
dewan syuro
Gw pernah merekomendasikan kepada dewan syuro  republic buaya bahwasanya bagaimana kalau kaki depan buaya tu dievolusi menjadi tangan saja, dengan keuntungan :
  1. Perut kagak bergesekan dengan benda-benda tajam seperti duri, jarum, pisau, kapak, gergaji, golok dan samurai.
  2. Ketika akan masuk kedalam air, buaya tidak lagi dengan gaya yang monoton yaitu dengan merangkak langsung kedalam air, tapi ada gaya baru, yaitu dengan lewat loncat indah dulu, dengan salto dan dengan gaya yang lainnya.
  3. Mengikuti jejak manusia yang menurut teori evolusi berasal dari kera, sehingga nama KERA tertulis di buku-buku ilmiah, dan juga jerapah yang konon katanya berleher pendek karena berevolusi sehingga lehernya menjadi panjang. jika  buaya berevolusi dengan merubah kaki depan menjadi tangan mungkin nama BUAYA  bisa booming di kalangan scientific sehingga diteliti dan dimasukkan kedalam buku ilmiah terbitan terbaru.
  4. Makan tidak belepotan.  Coba aja klo buaya punya tangan, pasti klo makan mangsanya  pake tangan dulu, enggak langsung asal nyaplok aja.
  5. Ada kanguru yang berasal dari negeri buaya
Tapi apa daya, suara buaya sepertiku hanya di anggap angin lalu aja buat beliau, tapi ga papa lah yang penting uda berusaha sekarang tinggal berdo’a. jiahahaha.
Sedangakan arti dari DARAT sendiri adalah  BAGIAN PERMUKAAN BUMI YANG PADAT DAN TIDAK DIGENANGI OLEH AIR.  Darat merupakan bagian permukaan bumi yang padat sehingga tidak mudah bagi hewan atau reptile yang berjalan merangkak untuk hidup di daerah seperti ini karena membahayakan perut mereka karena dataran yang padat, coba kalau datarannya lunak pasti perut mereka akan merasakan sensasi empuk dan nyaman (teori bantal guling).
Karena daerah ini tidak digenangi oleh air, sehingga menyebabkan buaya menjadi garang. Hal ini dapat di telusuri dengan observasi lapangan, kita lihat habitat buaya, mereka tidak bisa hidup tanpa air, mereka hidup di laut, sungai dan rawa-rawa yang kaya akan air, sehingga apabila ada buaya yang hidup di darat (tidak digenangi air) maka tingkat agresivitasnya meningkat dan menjadikannya sebagai hewan yang garang.
Buaya yang hidup di darat atau tempat yang tidak digenangi air, dia akan melakukan segala cara untuk mempertahankan hidupnya dengan mencari daerah yang ber-air. Karena sifatnya yang garang dan cenderung anarkis, dia tak segan-segan mencopet, merampok dan merampas. (walaupun buaya tidak pelari yang handal dan tidak pandai bersembnyi pula).

buaya darat yang lagi galau
BUAYA DARAT, manusia memang makhluk yang egois, mereka tak menghiraukan perasaan kami, kenapa kami yang menjadi kambing hitam atas keburukan mereka, manusia yang melakukan keburukan itu tapi kenapa nama kami yang di bawa-bawa oleh orang dali kalangan mereka sendiri, serasa ingin mengucurkan air mata gw kalo bahas hal ini. Mereka tega terhadap kami, kami sering di buru, di kuliti, di siksa, di ganggu, dijadikan bahan percobaan. Apakah mereka tidak memikirkan perasaan kami… (hua… hua… hua…  :’(.  )
Mereka memang lebih pintar dari kami, mereka menipu kami, awalnya kami di kasih makanan, di ajak masuk tv tp pada waktu makan, kenapa mereka musti mengikat moncong gw, padahal rasanya sakit tau… serasa bibir ini di teken sampe monyong, padahal udah monyong, masih aja di teken. Apa mereka kurang kerjaan kali yak! Malem-malem pergi ke markas kami, hanya untuk mempermainkan kami doank! Hmmm… tp g papa, toh kami juga terkenal, bisa masuk tipi sehingga nama kami bisa naik rating sekelas jupe-depe dan su ju dan yang pasti jerapah dan  kera yang dulu belum berevolusi yang tidak pernah masuk tipi.
                Namanya aja buaya darat, buaya kan berdarah dingin dan dia juga hidup di darat sudah barang tentu kegarangan, kesaktian, keanarkisannya tidak diragukan lagi. Apa yang terjadi apabila buaya yang habitatnya di lingkungan air hidup di lingkungan darat? Pasti dia akan galau dan melakukan hal-hal yang melampaui adat. Tak segan-segan mereka MERAMPOK, MENCURI MEMPERKOSA orang lain.
Konon katanya buaya yang rata-rata di darat adalah cowo, karena mereka menyukai tantangan dan tak mau pasif di habitanya. Mereka suka mencari pengalaman sehingga mereka merantau ke darat, memang niatnya bagus. Tapi buaya juga hewan, dia memiliki nafsu yang tinggi.
contoh buaya penggemar perempuan
Cewe  rata-rata mempunyai sifat manja dan tidak mempunyai kekuatan layaknya cowo, begitu pula buaya cewe, mereka tidak mau keluar dari habitatnya karena mereka tahu bahwa jika mereka keluar dari habitatnya akan mengalami kesusahan yang teramat sangat, seperti kagak bisa mandi, kagak bisa minum, kulit menjadi kering, rambut bercabang, panas, kagak bisa nge-blow rambut dll. Otomatis buaya cowo yang migrasi ke daerah darat tidak membawa istri ato pasangan mereka. Dengan naluri kehewanan yang besar, dia pasti tidak betah menahan kesendiriannya, mereka akan galau dan menjadi lebih ganas tak terbendung, maka mereka memilih menjadi PENGGEMAR PEREMPUAN. Itulah alasan kenapa buaya yang migrasi ke darat ato lebih dikenal buaya darat sering mencari pasangan di darat bahkan dia sering gonta ganti pasangan di darat karena belum menemukan pasangan layaknya pasangannya yang berada di air.
Tapi tidak semua buaya darat tu cowo, ada juga buaya darat yang cewe, untuk alasan kenapa mereka bergonta ganti pasangan saya rasa juga sama.
(itulah tadi curhatan, pendapat, argument dan uneg-uneg buaya kurus).

Minggu, 27 November 2011

KATAK DALAM TEMPAYAN (UTS)

Sebagai katak yang intelek, q juga mengenyam pendidikan. Karena aku termasuk dari beberapa katak yang beruntung, q bisa mengenyam pendidikan dgn gratis…. Ga usah di pikirin katak yang lain bayar pake apa dan gmn pegang duitnya… ok!
katak modern : berDASI (gimana cara pake dasinya ya???)
                Hari ini gw ujian bos. Sebenere q bingung sh! Ujian tu buat apa ya???  Sekali lagi gw perjelas, sebagai katak intelek gw sebenernya tau kalo ujian tu untuk mengevaluasi hasil belajar kita. Tapi apakah harus dengan mencoret-coret selembar kertas??? Sumpah gw bingung kronis. Coba bayangin, seluruh katak di kumpulin dalam ruangan, di beri satu kertas yang berisi soal dan di suruh untuk mengerjakan, berhubung sekarang musim ujan, tau ndiri katak yang ada di belakang WC suaranya kaya apa klo lagi musim hujan gini. Kaya karnaval topeng monyet yang di arak keliling kampong…. Ampun deh!
Kembali ke kelas dan musim hujan, tapi apa hubungan kelas ma musim ujan ya?! Apa kelas ma ujan masih saudaraan ya?! Ah g penting…
katak melow... (pasrah meratapi nasib)
Singkat cerita, setelah kertas di bagikan, otomatis para katak dan katakwati konsen dalam mengerjakan soal dalam kertas tsb. Bisa jadi mereka konsen karena di pelototi pengawas atau pura2 konsen padahal mereka berfikir. “ni kertas mau gw apain????”  TEWUR….
Lagi pantengnya konsen, hujan turun, sesuai dengan norma norma kekatakan yang tercantum pada UUK (undang-undang katak) yang berbunyi “sebagai katak dan katakwati yang bermoral dan beradab sesuai dengan martabat dan tabiat katak,  untuk mensyukuri rahmat, maka wajib atas katak untuk NGOREK (grammar katak)”. Seketika itu juga para katak dan katakwati yang ada di kelas tanpa ada aba-aba dari gitapati ngorek bersama dan menjadika ruangan seperti suara parade drumband yang di mainkan nenek-nenek yang umurnya tinggal 15 menit. Kesempatan inilah yang di tunggu2 para katak dan katakwati untuk sekedar sharing atau mengadakan KTT (konferensi tingkat tinggi) untuk memecahkan soal yang ada. Sang pengawas pun g tahan dengan suara para katak dan katakwati sehingga memutuskan untuk mensyukuri rahmat sendiri di luar kelas. Di sinilah saatnya para ashabul katak beraksi, ada yang noleh kanan kiri mirip maling lagi beol. Ada yang nekat berputar kesana kemari mirip temannya maling yang kehilangan sandalnya….
katak ganas (mirip pengawas ujian)
Apes…
Pengawas tiba2 nongol di depan pintu, mati gaya sudah barang pasti dalam keadaan genting seperti ini, tapi bukan katak dan katakwati intelek namanya klo IQny jongkok, seperti halnya para model busana pengantin yang amat ribet terjatuh di atas panggung, para katak dan katakwati mengeluarkan trik kepepet in action, mereka meletakkan badan sedemikian rupa agar pegawas tidak terlalu curiga…
kefefet in action (sog imoet)
Betapa kagetnya para katak yang lagi kepepet in action  itu ketika sang pengawas bilang.
”klo gini caranya, saya juga sungkan klo mau ngawasi….”
Untuk yang terakhir kali gw kasih tau, bukan katak intelek namanya kalau IQnya jongkok. Tiba2 temen di samping gw nyeletuk “sebenernya kami juga sungkan melakukan hal ini apabila bapak bilang seperti itu, tapi apa daya, situasi yang menjadikan kami seperti ini….” Memang sedikit mengharukan.
Yang namanya pengawas biasanya IQnya lebih tinggi, tanpa basa basi beliau menanggapi
“kalau begini kasusnya, mari kita saling sungkan menyungkani….”
<<<<<PENGAWAS YANG ANEH>>>>>

Selasa, 22 November 2011

LIBURAN IN BEACH....




abis liat video penutupan sea games.... pas waktu ARMADA nyanyi... gw inget ma temen gw sob. jd critanya pas lagi liburan gw mampir di pantai tuban. seru abis... pagi itu gw nonton sunrise berdua... menikmati sejuknya embun pagi, sayang men! gw ma cowok.... tp gw bukan homo... ya kaya orang2 yang lain, kami berdua seru2an and photo2 disana.... mulai dari photo itulah ide kreatif shohib gw muncul. lo tau g apa yang ada di pikirannya.... dya mw buat VIDIOKELIP man! (lipsinc sih,,, hehe). & lo mesti tau... gayanya melayu abis men... liat video yang d atas no!
gw juga poto2 disana... mau ngecek kedalaman laut sebenere... tapi karena gw terlalu sibuk... gw mengurungkan niat mulia tsb. so, gw cuma bikin perbandingan ja dengan cara ngukur bagian smpingnya doank.
kedalaman mencapai 10 cm dari permukaan laut

kedalaman mencapai 2 cm dari permukaan laut (nahan sembelit)




















abis itu gw juga ngelakuin apa yang di lakuin ma shohib gw. yap! nulis nama gw di pasir pinggir pantai. pada saat itulah ketololan gw nampak jelas. gw ngelakuin hal yang sia-sia banget, dah tau pasti tulisan nama gw d pasir tergerus ma ombak, eh  tetep aja gw nulis... lebih tololnya lagi... tulisan gw, gw bikin sebagus mungkin men... sia-sia banget deh... untung gw masih sempat mengabadikan nama gw....
gw baru nyadar klo gw sekecil itu... huhuhu

طا نيini merupakan tulisan arab bacanya toni










pas waktu di photo ma shohib gw, jujur gw lg dilema abis! sebenere gw g mau d photo, bukan karna jaim ato tampang gw yang kurang dari pas-pasan... tp lo tau ndiri... di belakang gw tu laut men. namanya laut... angin pasti kuenceng.... wus... (kaya lagunya jamrud ya.. yang judulnya telat 3 bulan itu lo...) menurut ilmu geografi, jika air tertiup angin, maka akan berpotensi menjadi ombak. (teori tewur). lupakan soal teori tersebut. 
ombak pasti larinya ke pinggir panta, lo liat aja posisi gw! ga nyaman banget men. coba bayangin tuh... masak (sensor) mau keluar di ganggu ma datangnya ombak, otomatis belum tuntas dah cebok duluan... tp yang gw maksud sebenere bukan itu men, lo tau g! setelah jepretan photo itu, ombaknya dateng, & pantat gw basah kuyub, anjrit... malu banget gw... bukan karena tampang gw yang d bawah pas-pasan... tp lebih k celanabagian pantat gw yang basah, pas gw jalan mau pulang, gw d tertawain ma anak2 men... dy bilang klo gw lebih tolol dari mereka, mereka aja yang pernah sakit diare g sampe brojol di celana...
belum tante2 yang ada di situ, di kira gw abis mimpi basah, (eh salah) melek basah setelah melihat mereka dengan pakaian bikini mereka... APES